Mahasiswa Bentangkan Spanduk Kecam Jokowi di Patung Kuda

BEM SI memasang spanduk yang mengkritik Presiden Jokowi, termasuk mendesak pemakzulan, di Patung Kuda, Jakarta, Kamis (8/2).

 

Jakarta, CNN Indonesia — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menduduki Patung Kuda, Jakarta Pusat, dan memasang spanduk yang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (8/2).
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah anggota BEM datang ke Patung Kuda sekitar pukul 13.54 WIB. Tampak spanduk itu bergambar Jokowi tengah menggendong gentong berisi babi.

Spanduk itu pun bertuliskan ‘Politik Gentong Babi Ala Jokowi’.

Aksi ini merupakan bagian dari mimbar bebas bertajuk ‘Kembalikan Marwah Demokrasi’.

Koordinator Media BEM SI Ragner Angga MHJ mengatakan mimbar bebas dihadiri perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Andalas (UNAND), Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dan Universitas Diponegoro (UNDIP).

Lalu, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Institut Teknologi PLN (ITPLN), Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hikmah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), STIU Darul Hikmah Bekasi, STEI SEBI, dan UM.

“Mahasiswa seluruh Indonesia sepakat kita kecewa terhadap sikap Presiden Jokowi yang semakin terang benderang memperlihatkan keberpihakan dalam permain yang dia buat sendiri,” ujar Ragner dalam orasinya.

Ia menuturkan permainan itu terlihat dari bagaimana Jokowi campur tangan dalam meloloskan sang anak Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024.

“Terbukti ketua Mahkamah Konstitusi dan ketua Komisi Pemilihan Umum melanggar etik,” imbuhnya.

Para mahasiswa pun menyuarakan keresahan terkait degradasi demokrasi di era Jokowi. Terlebih, kemunduran demokrasi itu terjadi menjelang Pemilu 2024.

Massa aksi yang terdiri dari gabungan mahasiswa dari beberapa universitas juga sebelumnya telah berdemonstrasi di sekitar kawasan Istana, Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).

Aksi yang bertagarkan #MakzulkanJokowi dan #TolakPemiluCurang tersebut membawakan 4 tuntutan serta 10 isu.

Keempat hal tersebut adalah:

1. Makzulkan Presiden Joko Widodo;

2. Boikot partai politik yang tidak mendukung pemakzulan Presiden Joko Widodo;

3. Desak para menteri untuk mundur dari kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin; dan

4. Menyerukan protes di berbagai daerah di seluruh Indonesia sampai Presiden Jokowi dimakzulkan.

Selain itu, 10 isu yang dibawa meliputi pemilu curang, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), konflik agraria, monopoli sumber daya alam, kerusakan lingkungan, pendidikan dan kesehatan mahal, kebebasan sipil, keadilan ekonomi dan gender, kekerasan aparat, serta produk hukum.

Pelaksanaan aksi diwarnai dengan pembakaran spanduk-spanduk pemilu yang telah mereka cabuti sepanjang perjalanan. Tidak berhenti di situ, aksi juga diwarnai dengan pembakaran ban.

Merespons desakan pemakzulan itu, Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) sekaligus Ketua Umum Projo, mengklaim  pemakzulan Jokowi tidak bisa dilakukan.

“Tidak bisa. Itu isu orang yang kurang kopi. Jadi harus lebih banyak minum kopi supaya jangan mengantuk dan ngelantur,” cetus dia, di IKN Nusantara, Kamis (18/1).

INFOGRAFIS: Capres-Cawapres Favorit Gen Z Versi Survei Indikator
Ia pun yakin isu pemakzulan tidak akan dibahas di DPR.

“Itu orang-orang ngigo saja, yang tidak bisa membedakan mana Matahari dan mana Bulan,” kata Budi.

Politikus Partai Golkar sekaligus Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menilai ada ketidakjelasan soal pelanggaran macam apa yang dilakukan Jokowi.

“Dalam perspektif tentang demokrasi, memang demokrasi apa yang sedang kita langgar? Apakah ada pelanggaran demokrasi?” ucap dia retoris, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/2).

“Silakan saja ini kan Pemilu, dan menurut saya sampai hari ini tidak ada sebuah pelanggaran aturan yang terjadi,” klaimnya.

(mrh/arh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*