Dedolarisasi Jadi Tren, 3 Instrumen Investasi Ini Bisa Ngegas

Ilustrasi investasi emas

Isu dedolarisasi yang semakin marak terjadi membuat dolar Amerika Serikat (AS) melemah tentu bakal berdampak pada beberapa aset investasi yang ada di pasaran dan bisa Anda beli.

Negara-negara di dunia ini kerap menanggapi isu dedolarisasi dengan cukup serius sejak perang Rusia dan Ukraina, yang menyebabkan melonjaknya inflasi hingga pada akhirnya memaksa bank sentral negara-negara menaikkan suku bunga acuan. Alhasil, dolar Negeri Paman Sam yang naik signifikan.

Dedolarisasi sejatinya diharapkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Namun, dibalik itu semua akan terjadi efek yang dinilai cukup positif ke beberapa aset di bawah ini.

Penasaran apa saja instrumen investasi yang diperkirakan akan mengalami kinerja positif saat dolar AS melemah? Berikut ulasannya.

Emas

Banyak sekali faktor yang menyebabkan harga emas naik dan turun, namun harga emas seringkali disebut memiliki korelasi negatif dengan Dolar AS. Jika Dolar AS menguat maka harga emas turun, begitu pun sebaliknya.

Sejatinya, emas dunia ditransaksikan dengan dolar AS. Oleh karena itu ketika Dolar AS menurun, maka minat beli akan emas akan naik dan hal itulah yang akhirnya menyebabkan kenaikan harga emas dunia.

Harga emas dunia yang naik tentu akan mengerek harga emas batangan sepertiĀ Antam, emas di Pegadaian, dan produsen lain di Indonesia.

Reksa Dana Indeks dan ETF dengan aset dasar ini

Dolar AS yang melemah membuat mata uang sejumlah negara jadi menguat. Hal ini tentu bisa mempengaruhi perilaku investor asing yang ingin menempatkan dana di negara berkembang yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi positif.

Beberapa indeks acuan seperti MSCI yang dihuni oleh saham-saham dengan likuiditas tinggi dan diminati investor asing.

Indeks MSCI diterbitkan oleh Morgan Stanley Capital International untuk mengukur kinerja pasar di wilayah tertentu yang ditetapkan sesuai standar perhitungan MSCI.

Ketika harga saham-saham yang masuk dalam indeks ini terkerek, maka reksa dana maupun ETF dengan aset dasar indeks MSCI juga akan menorehkan kinerja positif.

Saham emiten yang seperti ini…

Jika reksa dana indeks diperuntukkan kepada investor yang berprofil risiko tidak terlalu agresif, maka investor agresif bisa langsung memilih saham sebagai investasinya. Namun emiten seperti apa yang bakal diuntungkan saat terjadi pelemahan Dolar AS?

Emiten-emiten yang memiliki utang berdenominasiĀ dolar AS bisa jadi diuntungkan dari selisih nilai kurs lantaran dolar AS yang mengalami penurunan.

Selain itu, emiten-emiten yang kerap mengimpor bahan baku dari luar negeri juga akan diuntungkan lantaran beban impor yang berkurang dari periode ketika Dolar AS masih mahal. Begitu pula juga dengan emiten yang punya pangsa pasar terbesar di dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*