Catat! Begini Niat, Tata Cara, Hingga Keutamaan Puasa Syawal

Anak-anak Palestina menghadiri sholat Idul Fitri di Kota Gaza. Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri, festival tiga hari yang menandai akhir Ramadhan. Idul Fitri adalah salah satu dari dua hari besar dalam kalender Islam. (Mahmoud Issa/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri, umat Islam disunahkan untuk melaksanakan puasa Syawal. Puasa ini disunahkan dilakukan selama 6 hari berturut-turut pada bulan Syawal.

Berikut ulasan tentang dalil hingga keutamaan puasa di bulan Syawal, seperti dilansir dari detikcom.

Puasa Syawal 6 hari dan keutamaan mengerjakannya setelah bulan Ramadhan disampaikan Abu Ayyub Al-Anshari RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR Muslim).

Puasa sunnah Syawal 6 hari sebaiknya dilakukan tepat setelah Idul Fitri, yakni pada 2-7 Syawal, dengan membaca niat Puasa Syawal. Meskipun bagi yang melaksanakannya dengan tidak berurutan juga tentu mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Salah satu dalil yang menguatkan puasa Syawal ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Sebagai berikut:

أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh,” (HR Muslim).

Niat dan Tata Cara Puasa Syawal

Niat

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Bahasa Latin: Nawaitu shauma ghadin’an ada’i sunnatis syawwali lillahi ta’ala

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal di esok hari karena Allah SWT

Tata Cara

1. Pelaksanaan puasa Syawal sama dengan puasa lainnya, mulai dari membaca niat seperti di atas. Dalam konteks ini, umat Islam meniatkan dirinya untuk berpuasa selama enam hari.

2. Selain itu, dalam pelaksanaan puasa Syawal dianjurkan untuk melaksanakan enam hari secara berurutan.

3. Puasa Syawal dilaksanakan setelah melakukan puasa ganti terlebih dahulu. Namun, diperbolehkan juga jika terlebih dahulu melakukan puasa Syawal dengan catatan jangan sampai lalai melakukan puasa ganti.

Keutamaan Puasa Syawal

Seperti yang disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, puasa Syawal setelah melakukan puasa Ramadan, seperti telah berpuasa satu tahun penuh. Untuk lebih detailnya, berikut lima keutamaan puasa Syawal, dikutip dari website NU.

1. Penyempurna Puasa Ramadan

Salah satu yang menjadi manfaat dalam ibadah sunah adalah sebagai penyempurna ibadah yang wajib. Sebagaimana salat sunah rawatib (qabliyah serta ba’diyah) yang dapat menjadi penyempurna bagi salat wajib. Begitu pula dengan puasa Syawal yang merupakan puasa sunah yang bisa menjadi penyempurna puasa Ramadan.

2. Pahala Puasa Satu Tahun

Dalam Al-Qur’an pada surat Al-An’am ayat 160 dijelaskan jika setiap satu amal ibadah akan dibalas dengan pahala sebanyak sepuluh kali lipatnya. Mengacu dari penjelasan ini, maka jika dikalkulasikan satu bulan puasa Ramadan dikalikan 10 sama dengan 10 bulan, lalu enam hari puasa Syawal dikali dengan 10 sama dengan 60 hari atau dua bulan. Jadi, 10 bulan ditambah dua bulan sama dengan 12 bulan atau satu tahun.

3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan

Salah satu yang menjadi ciri-ciri diterimanya amal ibadah adalah adanya konsistensi dalam melakukan ibadah yang lain setelah ibadah yang pertama selesai. Begitu juga dengan puasa Ramadan. Salah satu yang menjadi ciri-ciri dari diterimanya puasa Ramadan seseorang adalah seseorang melakukan puasa Syawal setelahnya.

4. Sebagai Tanda Syukur

Menjalankan niat puasa Syawal merupakan sebuah bukti syukur seorang hamba karena selama bulan Ramadan ia telah memperoleh anugerah dari Allah SWT, baik berupa ibadah yang bisa dijalani di dalamnya maupun ampunan yang dijanjikan untuk orang-orang yang beribadah selama bulan puasa.

5. Menjaga Konsistensi Ibadah

Setelah selesai bulan Ramadan, bukan berarti ibadah-ibadah yang di dalamnya menjadi terputus. Dianjurkan kepada umat muslim untuk tetap menjaga konsistensinya dalam beribadah tersebut. salah satunya yaitu dengan menjalankan puasa Syawal yang merupakan bukti konsistensi puasa yang telah dilakukan selama Ramadan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*