Bos Apple Ketahuan Bohong, Ternyata Sudah PHK Sebanyak Ini

FILE PHOTO: A man looks at the screen of his mobile phone in front of an Apple logo outside its store in Shanghai, China on July 30, 2017.   REUTERS/Aly Song/File Photo

Bos Apple, Tim Cook, mengaku tak punya rencana melakukan PHK besar-besaran untuk saat ini. Namun, ini bukan berarti Apple menutup opsi tersebut.

Dia hanya mengatakan keputusan PHK merupakan pilihan terakhir. “Saya melihat itu jadi upaya terakhir dan jadi PHK massal bukanlah sesuatu yang tengah kita bicarakan saat ini,” kata Cook kepada CNBC Internasional, dikutip Jumat (5/5/2023).

Di saat bersamaan, Apple melakukan berbagai efisiensi. Misalnya mulai dari memotong biaya dan memperlambat tingkat perekrutan.

Cook menjelaskan untuk perekrutan, Apple hanya melakukan tingkatan yang lebih rendah dari sebelumnya. Upaya memperlambat perekrutan saat pandemi agak berbeda dengan banyak perusahaan teknologi lain yang memperkerjakan lebih banyak orang dalam periode serupa.

“Dan kami melakukan semua hal benar untuk menantang hal-hal yang kami habiskan dan kami menemukan beberapa cara lainnya untuk berhemat,” kata Cook.

Apple Diam-diam PHK Pegawai

Pada Februari lalu, New York Times melaporkan Apple telah memecat ratusan pegawai kontraknya. Keputusan PHK pertama yang dilakukan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu sejak banyak perusahaan melakukan hal serupa lebih dari sekali.

Para pekerja kontraktor itu sebenarnya dipekerjakan oleh pihak ketiga bukan langsung oleh Apple. Namun, India Today mencatat mereka bekerja dengan karyawan Apple pada sejumlah proyek.

Namun keputusan ini dianggap bukan PHK, ungkap seorang sumber. Dia beralasan karena mereka tidak dianggap sebagai karyawan Apple.

Seorang sumber mengatakan Apple diam-diam melakukan pemecatan. Perusahaan juga tak menunggu kontrak pegawai habis sampai 15 bulan untuk melakukan PHK. Alasannya sebagai cara memangkas biaya perusahaan.

Memecat para pegawai dari pihak ketiga juga jauh lebih mudah bagi Apple. Karena perusahaan tak perlu membayar uang pesangon atau harus menghadapi ligitasi karyawan yang menganggap keputusan itu salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*