Awas Diamputasi, Waspadai Gejala dari Komplikasi Diabetes Ini

Ilustrasi Cek Gula (Photo by Klaus Nielsen from Pexels)

Penyakit arteri perifer (PAP) merupakan masalah sirkulasi di mana arteri yang menyempit mengurangi aliran darah ke anggota tubuh. Penyakit ini juga merupakan komplikasi yang sering dialami pengidap diabetes.

Penyakit arteri perifer disebabkan oleh penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang memasok darah ke tungkai. Timbunan lemak tersebut membuat arteri menyempit, sehingga aliran darah ke tungkai tersumbat.

dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K) dari Heartology Cardiovascular Hospital mengatakan ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit arteri perifer seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga dengan penyakit arteri perifer, penyakit jantung, atau stroke dan kolesterol.

“Jadi selain diabetes itu sendiri ada beberapa faktor yang juga turut meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit arteri perifer seperti merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan adannya riwayat keluarga dengan penyakit arteri perifer, penyakit jantung, atau stroke,” ujar dr. Suko kepada CNBC Indonesia di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 4 Mei 2023.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penyakit arteri perifer terkadang tidak menimbulkan gejala, karena penyakit ini cenderung berkembang secara perlahan. Hanya saja gejala penyakit arteri perifer dapat bervariasi pada tiap pengidap.

Beberapa gejala penyakit arteri perifer yang bisa muncul seperti kram, kebas, nyeri, atau luka yang sulit sembuh. Mati rasa pada kaki dan perubahan warna pada kaki juga bisa menjadi gejala yang sering terjadi.

“Jika Anda sering mengalami kram, kebas, nyeri, atau luka yang sulit sembuh, Anda mungkin menderita. Apabila ini tidak ditangani dengan seksama, maka dapat mengakibatkan nyeri berkepanjangan, kematian jaringan, sampai pada ancaman amputasi,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*